Selasa, 22 Januari 2013

ACTION PLAN KEPALA SEKOLAH


ACTION PLAN BILA MENJADI KEPALA SEKOLAH
A.      PENDAHULUAN
Suatu kegiatan baik formal maupun informal sangat penting untuk dibuat programnya terlebih dahulu. Sekolah merupakan salah satu lembaga formal yang melaksanakan kegiatan formal dan diatur oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional. Dengan program yang terarah maka semua kegiatan-kegiatan akan terarah pula pada akhirnya pengelolaan sekolah tidak menyimpang dari prinsip-prinsip manajemen. Suatu kegiatan akan dapat dilaksanakan dengan baik dan mencapai sasaran jika sebelumnya dilakukan suatu perencanaan yang matang. Tidak terkecuali dalam dunia pendidikan, dimana menyusun perencanaan sebagai langkah awal akan cukup diperhitungkan guna mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Setiap sekolah perlu memiliki program tahunan yang logis dan proporsional, artinya program yang dapat dicapai minimal pada satu tahun. Dengan adanya program, maka kegiatan-kegiatan akan terarah sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen. Program kegiatan sekolah mengacu pada kurikulum KTSP, disamping juga Surat-Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan. Dengan demikian program tahunan ini disusun dengan menggunakan acuan-acuan dasar hokum.
SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), Threats (tantangan). Analisa SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan event kita. Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat  oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang tepat bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi.                    
Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1.      S = Strength, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
2.      W = Weakness,.adalah situasi atau kondisi yang  merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
3.      O = Opportunity, adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi  organisasi di masa depan.
4.      T = Threat, adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan. 
Analisa SWOT bertujuan untuk menemukan aspek-aspek penting dari kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada suatu lembaga sehingga mampu memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan, mereduksi ancaman dan membangun peluang. Dalam dunia pendidikan, setelah fungsi pengembangan kurikulum, fungsi perencanaan dan evaluasi, fungsi ketenagaan, fungsi keuangan, fungsi proses belajar mengajar, fungsi pelayanan kesiswaan,fungsi pengembangan iklim akademik, fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat, dan sebagainya dilibatkan, maka untuk mencapai tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktornya dilakukanlah analisis SWOT.              
Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenal tingkat kesiapan  setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Berhubung tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi, maka analisis SWOT dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi, baik faktor internal maupun eksternal.  
Action plan yang disusun juga mengikuti ketentuan SMART sebagai berikut :
1.    Specific artinya pokok masalah yang dijadikan program dalam penyusunan  action plan bersifat spesifik, jelas dan terfokus pada pencapaian tujuan.
2.    Measureable artinya program yang dipilih dapat diukur pencapaiannya
3.    Achieveable artinya program selain dapat diukur juga harus  dapat dicapai disesuaikan dengan berbagai kondisi di Madrasah.
4.    Realistics artinya program yang dipilih realitas tidak mengada-ada, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan Madrasah dalam pencapaian hasilnya.
5.    Time Bound artinya jelas target waktu pencapaian dalam setiap step dan kegiatan.
B.       TUJUAN PEMBUATAN ACTION PLAN
a.       Mengetahui semua potensi sekolah yang ada dan bagaimana potensi sekolah yang ada itu diolah dan dikembangkan.
b.      Memiliki Pedoman Operasional dalam mengelola sekolah selama satu tahun pelajaran dan tahun-tahun berikutnya.
c.       Memiliki tolok ukur kerberhasilan/ketidakberhasilan dalam mengelola sekolah selama satu tahun pelajaran.
d.      Mengetahui permasalahan-permasalahan yang timbul/sering timbul di sekolah yang menjadi hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan pengembangan sekolah serta alternatif-alternatif pemecahan masalah yang timbul.
e.       Mengetahui berbagai sumber daya dan sumber belajar yang bisa dimanfaatkan untuk memperlancar pengelolaan dan meningkatkan pengembangan sekolah.



C. RENCANA KEGIATAN / ACTION PLAN.
a.      Bidang Kurikulum:
-        Melengkapi sarana untuk praktek mata pelajaran.
-        Menambah buku-buku perpustakaan dan pegangan guru mata pelajaran
-        Mengintensifkan program ekstrakurikuler dan pengembangan diri, sehingga kualitas out put/siswa akan meningkat

b.                                                    Bidang Kesiswaan :
Mengintensifkan kegiatan kesiswaan sehingga bermanfaat bagi kelanjutan hidup setelah lulus dari sekolah ini, seperti :
a.       Melaksanakan Upacara dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.
b.      Melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dengan sungguh-sungguh.
c.       Memperingati hari-hari besar Nasional dengan penuh pemahaman akan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
b.      Bidang Sarana Prasarana :
a.       Membuat proposal tentang kekurangan raung kelas belajar dan kekurangan sarana-sarana yang lain.
b.      Bekerja sama dengan orang tua siswa pengadaan sarana yang bisa dipikul bersama, misalnya penyekatan ruang kecil untuk mushola.
c.       Memenuhi kekurangan mebeulair di kantor guru secara bertahap.
d.        Melengkapi sarana pembelajaran TIK berupa kompuer.
e.         Melengkapi buku-buku pegangan guru dan buku-buku perpustakaan.

c.       Keuangan :
a.       Membuat program kegiatan sekolah yang biayanya terjangkauoleh keuangan sekolah.
b.      Memanfaatkan keuangan secara efisien, sesuai dengan peruntukan kegiatan.
c.       Mengadministrasikan pemasukan dan pengeluaran keuangan.
d.      Mengajak kepada semua warga sekolah untuk memahami keadaan keuangan sekolah,
sehingga tidak terlalu bersifat boros terhadap kegiatan yang membutuhkan biaya.

Secara nyata, kegiatan yang dilaksanakan bidang keuangan antara lain :
-        Bendahara gaji dan BOSDA :
a.       Mencairkan uang gaji dan bosda dari pemerintah.
b.      Membukukan penerimaan uang gaji dan bosda. 
c.       Mencatat dan membukukan pengeluaran uang gaji dan bosda
d.      Membuat laporan penerimaan dan pengeluaran uang gaji dan bosda
e.       Membuat arsip tentang dokumen laporan uang gaji dan bosda

-        Bendahara Komite (PUMC)
a.       Menerima keuangan dari orang tua siswa/masyarakat yang terdiri dari SPP, DSP dan Dana Awal Tahun, dana untuk pengembangan diri dan kesiswaan.
b.      Membukukan peneriaman uang SPP, DSP, DAT.
c.       Mencatat dan membukukan pengeluaran.
d.      Membuat laporan pemasukan dan  pengeluaran
e.       Membuat arsip tentang dokumen laporan keuangan.
-        Bendahara Kesiswaan
a.       Menerima uang dari orang tua/masyarakat yang terdiri dari uang pengembangan diri dan kesiswaan.
b.       Membukukan penerimaan uang pengembangan diri dan kesiswaan.
c.       Mencatat dan membukukan pengeluaran uang pengembangan diri dan kesiswaan.
d.      Membuat laporan penerimaan dan pengeluaran uang pengembangan diri dan kesiswaan.
Membuat arsip tentang dokumen laporan uang pengembangan diri dan kesiswaan.
d.      Kepegawaian
Untuk tenaga pendidik :
a.       Memotivasi dan memanfaatkan energi dengan semaksimal mungkin sehingga kualitas proses pembelajaran semakin meningkat ; misalnya :
1.   Mengajar tepat waktu.
1.      Mengajar dengan metode yang bervariasi.
2.      Memberikan evaluasi sesuai dengan materi dan metode belajar.
3.      Mengadakan remedial.
4.      Mengadakan pengayaan.
5.      Menganalisis soal-soal ulangan/ujian.
6.      Membuat bank soal.
b.      Mengadakan pelatihan dan workshop KTSP baik di tingkat sekolah maupun tingkat     kabupaten.
c.       Mengikutsertakan pelatihan guru-guru mata pelajaran ke tingkat kabupaten dan propinsi.
d.      Mengikutsertakan guru-guru mata pelajaran untuk kegiatan MGMP tingkat kabupaten.

e.       Tenaga Kependidikan (Tata Usaha).
Karena tenaga kependidikan yang masih terbatas, maka masih ada tata usaha yang merangkap pekerjaan. Missalnya bagian siswa, bagian sarana, bagian keuangan masih dirangkap oleh satu orang.
Rencana Kegiatan untuk TU:
a.       Mengoptimalkan pekerjaan personil Tata Usaha yang ada sambil mengadakan pembimbingan.
b.      Melatih mereka menjadi tenaga kependidikan yang mampu mengerjakan tugas-tugas ke tata usahaan.
c.       Membagi-bagi tugas ke tata usahaan kepada personil tenaga kependidikan yang ada.
d.      Mengikutsertakan tenaga kependidikan pada pelatihan ketata usahaan di tingkat kabupaten atau bahkan propinsi.

f.       Hubungan Masyarakat
Meningkatkan terus komunikasi yang positif dengan instansi-instansi yang terkait, orang tua/masyarakat/tokoh masyarakat. Kegiatan Nyata tersebut, antara lain :
a.       Menyampaikan data keadaan sekolah yang meliputi gedung, siswa, guru, karyawan/TU kepada instansi-instansi terkait..
b.      Menginformasikan prestasi-prestasi akademik dan non akademik kepada orang tua dan masyarakat..
c.       Meminta dukungan kepada orang tua/masyarakat, tokoh masyarakat tentang program-program sekolah

D. SASARAN, KRITERIA DAN INDIKATOR KEBERHASILAN

Lingkungan intern dan keadaan sekolah dapat digambarkan melalui identifikasi Fungsi-fungsi sasaran. Secara garis besar lingkungan intern bias dikondisikan sesuai keadaan yang diinginkan, tetapi karena keterbatasan kondisi sekolah, maka keadaan yang ideal masih jauh dari kenyataan. Sementara lingkungan ekstern, dapat mendukung eksistensi sekolah, tetapi masih dalam keterbatasan yang minim.
Berikut gambaran tentang keadaan lingkungan situasional intern dan ekstern sekolah :

a. Sasaran/Tujuan Situasional
1.      Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang baik terdiri dari program tahunan, program semester dan rencana pelaksanaan pembelajaran
2.      Sekolah melaksanakan MGMP untuk mengembangkan strategi pembelajaran seluruh mata pelajaran
3.      Sekolah mengadakan bahan dan sumber pembelajaran untuk semua mata pelajaran pada seluruh tingkat kelas
4.      Sekolah  melaksanakan bimbingan belajar diluar jam wajib, untuk mencapai prosentase kelulusan sebesar 100% pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi.
5.      Sekolah memiliki alat laboratorium yang memadai pada mata pelajaran IPA
6.      Sekolah memiliki lingkungan yang kondusif dan nyaman
7.      Sekolah dapat melaksanakan pembinaan ke agamaan
8.      Sekolah melaksanakan ulangan harian pada semua mata pelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
9.      Sekolah melaksanakan ulangan tengah semester pada semua mata pelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
10.  Sekolah melaksanakan ulangan akhir semester pada semua mata pelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
11.  Sekolah melaksanakan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku
12.  Sekolah memiliki sarana/prasarana fisik yang sesuai dengan rombongan belajar

              Gambaran tentang indikator keberhasilan dan permasalahan sekolah (keadaan nyata) diuraikan melalui analisis SWOT. Dengan analisis SWOT tersebut diharapkan diketahui kelemahan-kelemahan yng dihadapi sekolah sekaligus prediksi pemecahannya.                                                                                         
b. Analisis SWOT
Sasaran 1         : Sekolah harus memiliki perangkat pembelajaran yang baik terdiri dari program
                          tahunan, program semester dan rencana pelaksanaan pembelajaran
No
Fungsi Sasaran
Kriteria kesiapan
Kondisi Nyata
Tingkat Kesiapan
Siap
Tidak
1
Fungsi Proses Belajar Mengajar
1.  Faktor Internal
a.   Dukumen kurikulum
b.   Pedoman pengembangan
2.  Faktor eksternal
a.   Media pengembangan
b.   Pemahaman kurikulum



Lengkap
Lengkap

Ada
Baik



Belum lengkap
Belum lengkap

Tidak ada
Kurang








2
Fungsi Ketenagakerjaan
1.   Faktor Internal
a.   Pengalaman mengajar
b.   Kualifikasi guru
c.   Kesesuaian ijazah
2.   Faktor eksternal
a.   Rasio guru siswa
b.   Bebeban mengajar
c.   Motivasi kerja


˃ 5 tahun
100 % S1
100% sesuai

1 : 20
Rata-rata 24 jam
Tinggi


Rata-rata 5 thn
75% S1
60% sesuai

1 : 12
24 jam
Kurang









3.
Fungsi Sarana/Praasarana
1.    Faktor Internal
a.   Buku penunjang
b.   ATK
2.    Faktor Eksternal
a.   Komputer
b.  Ketersediaan dana


Lengkap
Tersedia

4 Unit
Cukup


Kurang
Tersedia

1 Unit
Kurang







Sasaran 2         : Sekolah akan melaksanakan MGMP untuk mengembangkan strategi
                          pembelajaran seluruh mata pelajaran
No
Fungsi Sasaran
Kriteria Kesiapan
Kondisi Nyata
Tingkat Kesiapan
Siap
Tidak
1
Fungsi Ketenagaan
1.   Faktor Internal
a.    Nara sumber
b.   Kualifikasi guru
2. Faktor eksternal
a.   Pengalaman mengajar
b.   Kinerja guru


Ada, Kompeten
Kompeten

˃ 5 tahun
Baik


Ada, Kompeten
Ada, Kompeten

Rata-rata <5 thn
Kurang









2



Fungsi Sarana Prasarana
1.    Faktor Internal
a.    Tempat kegiatan
b.     Dukungan sekolah


Tersedia
Tinggi


Belun tersedia
Kurang






    

Sasaran 3         : Sekolah akan mengadakan bahan dan sumber pembelajaran untuk semua mata
                          pelajaran pada seluruh tingkat kelas
No
Fungsi Sasaran
Kriteria Kesiapan
Kondisi Nyata
Tingkat Kesiapan
Siap
Tidak
1
Fungsi Proses Belajar Mengajar
1. Faktor Internal
a. Buku pegangan siswa
b. Referensi guru
2. Faktor Eksternal
a. Minat baca siswa
b. Semangat belajar



Ada
Ada, Lengkap

Tinggi
Tinggi



Kurang lengkap
Ada,  lengkap

Rendah
Sedang











2



Fungsi Multimedia
1. Faktor Internal
a. Media elektronik
b. Media cetak
2. Faktor Eksternal
a. Jumlah multimedia
b. Jenis multimedia


Lengkap
Lengkap

Memadai
Memadai


 Ada, blm lngkp
Sedikit

Tidak memadai
Tidak memadai






Sasaran 4         : Sekolah akan melaksanakan bimbingan belajar diluar jam wajib, untuk                           mencapai prosentase kelulusan sebesar 100% pada mata pelajaran yang di-UN-kan
No
Fungsi Sasaran
Kriteria Kesiapan
Kondisi Nyata
Tingkat Kesiapan
Siap
Tidak
1
Fungsi Proses Belajar Mengajar
1. Faktor Internal
a. Program bimbel
b. Materi bimbel
2. Faktor Eksternal
a. Minat baca siswa
b. Semangat belajar



Lengkap
Tersedia

Ada
Ada



Lengkap
Tersedia

Ada
Sedang












2



Fungsi Ketenagaan
1. Faktor Internal
a. Tenaga pembimbing
b. Kemampuan guru

2. Faktor Eksternal
a. Waktu
b. Dana


Tersedia
Memadai


Tersedia
Tersedia


Tesedia Memadai


Tersedia
Kurang













Sasaran 5         : Sekolah harus memiliki alat laboratorium yang memadai pada mata pelajaran
                          IPA
No
Fungsi Sasaran
Kriteria Kesiapan
Kondisi Nyata
Tingkat Kesiapan
Siap
Tidak
1
Fungsi Proses Belajar Mengajar
1. Faktor Internal
a. Jadwal praktikum
b. Tata tertib
2. Faktor Eksternal
a. LKS
b. Kesesuaian alat



Lengkap
Tersedia

Bervariasi
Baik



Tidak ada
Tidak ada

Belum bervariasi
Kurang








2



Fungsi Ketenagaan
1. Faktor Internal
a. Ruang laboratorium
b. Meubelair
2. Faktor Eksternal
a. Tenaga Pengelola
b. Dana


Ada
Ada

Ada terlatih
Cukup memadai


Tidak ada
Tidak ada

Belum ada
Belum memadai










Sasaran 6         : Sekolah memiliki lingkungan yang kondusif dan nyaman
No
Fungsi Sasaran
Kriteria Kesiapan
Kondisi Nyata
Tingkat Kesiapan
Siap
Tidak
1
Fungsi Ketenagaan
1. Faktor Interenal
a. Kepala Sekolah
b. Tenaga perawat
2. Faktor Eksternal
a. Komite sekolah
b. Pihak lain


Tinggi
Ada

Mendukung
Mendukung


Tinggi
Tidak ada

Mendukung
Mendukung









2



Fungsi Ketenagaan
1. Faktor Internal
a. Lahan perawatan
b. Alat perawatan
2. Faktor Eksternal
a. Dana komite
b. Dana


Luas
Tersedia

Tersedia
Tersedia


Luas
Belum

Kurang
Kurang










Sasaran 7         : Sekolah akan melaskanakan pembinaan keagamaan                     
No
Fungsi Sasaran
Kriteria Kesiapan
Kondisi Nyata
Tingkat Kesiapan
Siap
Tidak
1
Fungsi PBM
1. Faktor Interenal
a. Program pembinaan
b. Kemampuan pembina
2. Faktor Eksternal
a. Metoda pembinaan
b. Motivasi siswa


Ada lengkap
Kompeten

Bervariasi
Tinggi


Kurang lengkap
Kompeten

Bervariasi
Kurang








2



Fungsi Sarana/Prasarana
1. Faktor Internal
a. Ruang pertemuan
b. Sarana ibadah
2. Faktor Eksternal
a. Dukungan pemerintah
b. Dukungan komite


Tersedia
Ada

Ada
Ada


Belum
Belum

Ada
Ada










Sasaran 8         : Sekolah akan melaksankan ulangan harian pada semua mata pelajaran yang
                          sesuai dengan tuntutan Kurikulum Satuan Pendidikan
Sasaran 9         : Sekolah akan melaskanakan ulangan tengah semester pada semua mata
                          pelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Satuan Pendidikan
Sasaran 10       : Sekolah akan melaskanakan ulangan akhir semester pada semua mata
                          pelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Satuan Pendidikan
Sasaran 11       : Sekolah akan melaskanakan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah sesuai dengan
                          tuntutan kurikulum yang berlaku
No
Fungsi Sasaran
Kriteria Kesiapan
Kondisi Nyata
Tingkat Kesiapan
Siap
Tidak
1
Fungsi Proses Belajar Mengajar
1. Faktor Interenal
a. Kurikulum
b. Program kerja
2. Faktor Eksternal
a. Instrumen evaluasi
b. Kesiapan siswa



Ada, lengkap
Ada, lengkap

Ada
Sangat siap



Ada lengkap
Ada,lengkap

Ada
Siap












2



Fungsi Ketenagaan
1. Faktor Internal
a. Kualifikasi guru
b. Pengalaman mengajar
2. Faktor Eksternal
a. Pemahaman kurikulum
b. Kinerja guru


S1 / A. IV
> 5 tahun

Baik
Amat baik


S1 / A. IV
< 5 tahun

Kurang
Kurang baik










Sasaran 12: Sekolah harus memiliki sarana/prasarana fisik yang sesuai dengan rombongan                         belajar
No
Fungsi Sasaran
Kriteria Kesiapan
Kondisi Nyata
Tingkat Kesiapan
Siap
Tidak
1
Fungsi Lahan
1. Faktor Interenal
a. Luas lahan
b. Kondisi lahan
2. Faktor Eksternal
a. Struktur tanah
b. Status kepemilikan


Cukup memadai
Baik

Baik
Milik sendiri


Sangat memadai
Baik

Baik
Milik sendiri








E. ARAHAN UNTUK MENJALANKAN PROGRAM KERJA
Program tahunan  ini mencakup semua bidang kegiatan yang ada di sekolah, antara lain bidang kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, keuangan, kepegawaian dan hubungan masyarakat. Dengan berbagai keterbatasannya, sekolah berupaya memenuhi kebutuhan mendasar dan pokok dengan bekerja sama dengan orang tua/masyarakat dan penyedia kebutuhan tersebut, misalnya pengadaan komputer.
Dengan selesainya program tahunan ini tentu akan melibatkan semua personil yang ada di Sekolah, baik langsung maupun tidak langsung, bahkan juga melibatkan orang tua/masyarakat dan Instansi-instansi terkait. Oleh karena itu dengan adanya program tahunan ini diharapkan kepada semua pihak yang terlibat langsung atau tidak langsung senantiasa berpartisipasi aktif baik moril maupun materil sehingga tercipta suasana proses pendidikan yang kondusif, berkualitas dan berkompetisi.
            Disamping itu juga diharapkan personil-personil yang diberi tugas tertentu di lembaga ini dapat mengerjakan dengan professional, proporsional dan penuh rasa tanggung jawab baik moril maupun materiil, sehingga dari satu kesatuan menjadi kelompok atau tim yang professional, proporsional dan bertanggung jawab pula.

0 komentar:

Poskan Komentar